SEMINAR PARENTING SDQ AL-HAYAH


Setiap hal adalah kenikmata dari Allah SWT. Mau-tidak mau, harus mau. Tapi kebanyakan dari kita adalah tidak mau. Seberapa rasa syukur kita pada Allah swt? Banyak hal yang tidak kita sadari, dari saat membuka mata sampai menutup mata. Seperti udara (oksigen) yang menjadi pembantu utama dalam kehidupan kita.
Al-Hayah adalah kehidupan. Dimana ada kehidupan, disitulah ada kebaikan. Maka, berikanlah kehidupan dimana pun kamu berdada.
Kemandirian adalah perumpamaan hidup yang harus dimandirikan, karena sesungguhnya kita bergantung pada Allah swt.
Bocah kecil adalah potret yang sempurana dari rasa keterbukaan, kegempiraan dan keyakinan. Dia adalah seseorang yang berada dalam putaran dunia ini dengan kepercayaan dan keyakinan terhadap setiap sesuatu dan setiap orang yang hadir. Mereka adalah kesempurnaan, kebaikan yang bersiap menerima asupan/pembentukan dari orang tuanya.
Anak merupakan titipan untuk keberlangsungan regenerasi. Mereka adalah amanat yang harus kita jaga, bukan memaksa mereka menjadi apa yang inginkan atau apa yang kita harapkan, tapi dijaga, dipelihara, dan dididik agar menjadi ysosok yang diinginkan Allah swt Sang Pemilik.
Anaka adalah fitra, tercipta dengan rapi , terstruktur
Anak itu membutuhkan prtahanan diri.....banyak kebutuhan anak yang sering kita lalaikan, bukan hanya tentang makanan dan pakaian. Tapi kebutuhan kasih sayang, pengarahan, fasilitas dan kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri.
Ciri-ciri anak yang berkembang:
-   Berkembang mengikuti usianya. Orang tua harus memahami tentang perke,mbangan anak, jangan sampai memaksakan kehendak orang tua kepada anak yang lebih banyak membutuhkan waktu bermain.
-     Perkembangan akan menyesuaikan dengan potensi yang dimiliki
-     Perkembangan sesuai dengan kesempatan yang diberikan
Berikan kesempatan kepada anak apa yang dia mau, lalu kita minta apa yang kita inginkan dari anak. Tidak dengan paksaan.
-     Perkembangan tidak menjadi beban dan mengalami perubahan
Separuh perkembangan otak anak berlangsung sebelum usia 4 tahun. Anak akan menyerap setiap informasi di 0-4 tahun sebnayak 50% dari setiap informasi. Mereka akan menyerap informasi, menyimpan dan melakukannya di masa depan. Biarkan sel-sel otak anak berkembang sesuai waktu mereka. Pada usia 4-8 tahun, otak anak menyerap 30% dari setiap informasi. 8-12 tahun, otak anak menyerap 20% dari setiap informasi. Pada usia anak 0-12 tahun inilah menjadi usia emas yang perlu diperhatikan oleh orang tua.
Bagaimana cara kita menciptakan kemandirian pada anak???
Saat anak ingin melakukan suatu hal tapi merasa tidak bisa, anak akan meminta tolong kepada orang tua/orang yang ada disekitarnya dengan bahsa meminta tolong, maka anak ini sudah mampu berinteraksi. Anak yang tidak mampu berinteraksi adalah anak yang menggunakan bahasa perintah saat ingin melakukan sesuatu tapi tidak mampu, atau tidak mampu mengungkapkan, timbulllah perperakan dalam dirinya. Gunakanlah bahasa interaksi dari orang tua ke anak sehingga anak pun mampu berinteraksi dengan baik. Didik anak untuk mengenal rasa membutuhkan orang lain, tanamkan rasa sosial yang tinggi.  Saat interaksi anak sudah bagus, maka anak itu pun akan bisa bertanggung jawab.
Menciptakan kemandirian kepada anak???
Latih anak agar dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Jangan terlalu sering mebicarakan hal kurang baik dari anak. Berikan kesempatan anak untuk menyelesaikan msalahnya sendiri tanpa campur tangan orang tua yang menguntit kisah-kisah negatif anak.
Pengalaman, menjadi suatu pembelajrana dan menjadi pengembangan anak. Orang tua tidak boleh terlalu banyak mengucapakan kalimat perintah (jangan) kepada anak. Rasa keingintahuan anak tidak boleh diputus sehingga menghambat perkembangan kemandirian anak. Biarkan anak menikmati proses-proses perkembangannya, jangan dipakasakan menjadi produk yang instan. Berikan kesederhanaan, maka anak akan maju...dengan pesat.
Memperhatikan apa yang akan dilakukan, bukan lagi memperhatikan masalah yang ada. Anak ingin kita memperhatikan apa yang sudah dan sedang dilakukan oleh anak, bukan apa yang belum dia lakukan. Lihat apa yang anak bisa, berikan apresiasi, bukan melihat apa yang belum dia bisa.
Melihat kesempatan untuk menjadi keberhasilan.
Kemandirian akan terjadi, bila?
Fokus mengahdapi apa yang akan dia lakukan.pindahkan perhatian anak kepada hal-hal yang positif agar seluruh sel otaknya akan terus bergema pada kebaikan. Apa yang sedang anak lihat, itu yang harus diperhatikan. Dalam proses pembelajaran kepada anak, harus satu-persatu, tidak borongan, agar anak bisa fokus dalam mengerjakan seuatu hal. Wujudkan pemahaman yang baru setelah selesai dalam pemahaman yang satu.
Konsisten dalam melaksanakan aktifitas. Seorang mandiri dan bertanggung jawab itu karena dia konsisten dalam mengerjakannya. Biasakan anak untuk konsiten dalam satu hal dulu sebelum menambah hal lainnya, dari yang sederhana.
Komitmen dalam menyatakan sikap.
Mempunyai motivasi untuk berprestasi. Bukan memaksaan anak menjadi juara, tapi untuk bisa dalam melakukan suatu hal.

Proses kemandirian: Memberikan pengenalan_Memberikan contoh_mengajak_Memberikan pengertian_menegaskan perbuatan_menjadikan kebiasaan_sudah matang_merasa senang_da harapan_siap dan mampu_bertanggung jawab atas apa yang dilakukan didiklah anak-anakmu dengan adil.

0 Comments