71 TAHUN INDONESIA MERDEKA

      17 Agustus 1945 tepat pada hari jumat pukul 10:00 pagi WIB, di jalan pegangsaan timur Soekarno & Hatta meproklamirkan kemerdekaan Indonesia, Indonesia yang bebas dari penjajahan setelah sekian lama Indonesia hidup di bawah bayang-bayang penjajah, melalui sebuah perjuangan yang panjang dan sulit dan peperangan di mana-mana ada yang di sebut perang Padri perang yang terjadi di Sumatera Barat yang di pimpin oleh Tuanku Imam Bonjol, Perang Diponegoro perang yang berlangsung selama lima tahun (1825 - 1830) di pulau Jawa di bawah pimpinan Pangeran Diponegoro yang orang Belanda saat itu menyebut perang ini dengan sebutan De Java Oorlog perang ini adalah termasuk perang yang terbesar waktu itu yang dialami Belanda, waktu itu pasukan Belanda berada di bawah pimpinan Jenderal De Kock, dan setelah di proklamirkan kemerdekaan Indonesia ada juga perang gerilya (Perang

Kecil) yang di pimpin oleh Jenderal Soedirman sebuah perang yang mengandalkan gunung-gunung dan hutan-hutan sebagai benteng pertahanan mereka dan mengepung musuh-musuh.


Lalu apa makna kemerdekaan untuk saat ini? Kemerdekaan berasal dari kata dasar merdeka yang berarti bebas, kebebasan dari berbagai bentuk penekanan, entah itu tekanan penjajah ataupun tekanan dalam jiwa, yang kita tidak bebas untuk melakukan apa yang kita anggap benar.


Tapi jangan kita menyalah artikan kemerdekaan itu dengan kita bisa bebas melakukan apa saja dan melanggar aturan, baik aturan dalam negara dan aturan yang telah dibuat Allah SWT yang tertulis di dalam al-Qur'an dan melalui hadits Nabi Muhammad SAW, kita sebagai umat Islam harus memaknai kemerdekaan itu bukan berarti kita bebas melakukan apapun semau kita, tanamkan rasa takwa itu di dalam diri kita maka disitulah hakikat kemerdekaan itu sesungguhnya, takwa adalah menjauhi larangan-Nya dan melakukan apa yang diperintahkan-Nya, lakukan apapun sebebasnya kita namun jadikan takwa sebagai garis pinggir yang tidak bisa kita lewati. Ibnu Qayyim berkata: "manusia jangan pernah mengklaim dirinya merdeka bila masih menggunakan makhluk dan meremehkan Allah, dan jangan menaggap dirinya merdeka jika belum mampu membebaskan dirinya dari segala penyimpangan dengan taubat, hati yang bergantung hanya pada Allah SWT, mampu meredam emosi dan mampu menahan nafsu.

        Ada sebuah kisah tentang kemerdekaan yang diambil dari kisah Nabi Ibrahim as, sebuah perjalanan beliau untuk keluar dan bebas dari keyakinan yang dianggap salah waktu itu. Sebuah perjalanan pencarian Tuhan yang sebenarnya di ceritakan di dalam al-Qur'an surah al-An'am ayat 76 sampai 79, pada waktu itu manusia hidup di bawah penekanan oleh raja yang berkuasa saat itu raja Namrud, raja yang mengaku sebagai tuhan dengan peraturan-peraturan yang sangat merugikan sesama manusia, aturan membunuh setiap bayi laki-laki yang baru lahir karena takut dengan ramalan yang mengatakan akan jatuhnya kerajaannya. Keputusan Ibrahim waktu itu dalam pencarian Tuhannya sebagai keputusan yang sangat luar biasa, seorang anak kecil yang berfikir tentang keTuhanan, kebanyakan anak-anak pada umur seperti itu masih di asyikkan dengan bermain namun berbeda dengan Ibrahim kecil.

        Tanyakan pada orang sekitarmu, tanyakan pada keluargamu dan tanyakan pada dirimu sendiri, sudah pantaskah kita disebut merdeka? Kemerdekaan dari penjajah bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, perjuangan hanya akan berakhir dengan diambilnya nyawa kita dan menghadap pada sang Khalik. Ingat! nafsu adalah perusak pemersatu umat yang sebenarnya.