HARI MOMENTUM UNTUK KEMBALI KEPADA AL-QUR'AN

Bismillahirrahmani rrahiim

Assalamu’alaiku wa rah matullahi wa barokaatuh
hamdan wa syukron lillah salatan wa salaam ala rosulillah.

17 agustus 2016 adalah bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71 dan pemerintah sedang  merancang Indonesia Emas di hari peringatan kemedrekaan Indonesia yang ke 100, pertanyaannya
sedang, apa yang masyarakat  persiapkan di hari yang akan datang itu dan khususnya Ummat ini ???,  sebenarnya ummat islam tak terpisahkan pada kemerdekan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sebab jika kita menoleh ke belakang sangat amat banyak tokoh-tokoh islam yang berpengaruh dan ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan negara ini, yang selanjutnya disebut sebagai pahlawan pada dewasa ini, baik pejuang yang bergerak dibidang militer seperti Jenderal TNI Anumerta Achmad Yani maupun di bidang penddikan seperti KH Ahmad Dahlan dan di berbagai sector lainnya.
 Yang sangat disayangkan adalah mengapa para tokoh-tokoh pahlawan kita kurang diekspos dan dimunculkan oleh media? guna menjadi sosok figure yang bisa dibanggangkan dan diteladani para generasi muda kita. Yang sungguh ironi, mala para kaula muda kita mengagung-agungkan figure yang sebenarnya tak layak untuk dijadikan sebagai tauladan, yang membuat para kaula muda  terjun ke dunia gemerlap dan akhirnya menjadi generasi “alay”  lagi “galau”


sejatinya kemerdekaan RI  pada moment kali ini kita jadikan sebagai ajang untuk kembali memgingatkan agar selalu kembali merujuk pada Alqur’an dan assunnah, atau setidaknya kita menjadi pribadi yang menyandang jiwa nasionalisme yang pancasilais, sebab sebenarnya asas panca sila itu di bentuk oleh para tokoh-tokoh  ulama islam yang terlibat andil sebagai Pioner bahwa lima asas itu adalah bersumber dari Al-Qur’an, di waktu itu, Bangsa Indonesia telah membulatkan tekad untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar Negara. Proses Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia merupakan hasil kerja keras yang melibatkan banyak tokoh. Tokoh-tokoh tersebut telah berjuang dengan tulus dan ikhlas untuk merumuskan dasar negara, antara lain: Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Mr. Supomo, K.H. Agus Salim, K.H Abdul Wahid Hasyim, dan Mr. Mohammad Yamin


coba kita kolerasikan asas Pancasila  dengan alquran dan kita gali satu persatu maknanya,,..
1. mulai dari sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” ini sudah jelas termaktub dalam alquraan dan semuapun tau bahkan anak TK dapat melafalkan ayatnya yakni pada QS 112; 1
  قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ - -
"Katakanlah: 'Dialah Allah, Yang Maha Esa'." – (QS.112:1)
-Kurang lebih maknanya adalah:  Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Sila kedua “kemanusiaaan yang adil dan beradab”
Adil: sebagai seorang mukallaf kita diwajibkan melakukan hal “adil” sebab suda nyata perintah dalam Al-Quran
   إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ --
Artinya:
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebijakan, memberi kepada kamu kerabat, dan Allah  melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (16: 90)

“Adab” : Allah SWT mengabadikan dalam Al-Qur’an  bagaimana tata krama dan adab itu
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.
 - Kurang lebih maknanya adalah:  Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk
Tuhan Yang Maha Esa.

Sila ketiga : “persatuan Indonesia”
Kok bisa Indonesia bersatu?

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌالحجرات
 “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. alhujrat:13)

- Kurang lebih maknanya adalah:  Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara
sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Sila ke empat : kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratn perwakilan
وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (QS Assyura 38)
- Kurang lebih maknanya adalah: Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak
dan kewajiban yang sama, Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain, Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

Sila ke lima: “keadilan sosial bagi seluru rakyat Indonesia”

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.

- Kurang lebih maknanya adalah: Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan
kegotongroyongan

Ayat-ayat di atas adalah merupakan salah satu dari sekian banyak yang  bisa kita korelasikan dengan asas Pancasila yang memang sejatinya adalah bersumber dari Al-Qur’an Yang Mulia.

Mari kita manfaatkan kesempatan ini sebagai momentum untuk selalu kembali kepada Hukum-hukum yang telah Allah susun di dalam Al-Qur’anul Kariim



“71 tahun Indonesia merdeka; Indonesia kerja nyata”


  1. Sabran Buana Rahman SBR


2 Comments