PENISTAAN AL-QUR'AN

Hasil gambar untuk al-Qur'an

   
          Kasus penistaan al-Qur'an yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok sudah menjalar ke pelosok tanah air bahkan dunia, umat Islam tidak suka kitab sucinya dilecehkan apalagi ini dilakukan oleh seorang pejabat pemerintahan yang harusnya bersifat netral, entah sengaja ataupun kurang pemahaman sehingga Ahok bisa berkata seperti itu.
          Melihat dari kasus penistaan al-Qur'an, tidak hanya terjadi di zaman sekarang ini, penistaan al-Qur'an sebenarnya sudah terjadi sejak dahulu, yang terdekat adalah pendeta di Amerika Serikat yang membakar al-Qur'an, dan bahkan penistaan atau pelecehan al-Qur'an sudah terjadi sejak Nabi Muhammad SAW sendiri masih hidup, pada waktu itu kaum kafir ada yang mengatakan bahwa al-Qur'an itu adalah karangan Muhammad, al-Qur'an itu adalah gurauan Nabi Muhammad SAW. namun perkataan mereka itu tidak dapat dibuktikan, mereka hanya bergurau mengatakan al-Qur'an itu adalah tidak benar.
          Dalam al-Qur'an Allah menantang para pembenci al-Qur'an, para penista al-Qur'an untuk membuat sesuatu yang semisalnya yang serupa dengan al-Qur'an, dalam surat Huud Allah SWT berfirman yang artinya:

'Bahkan mereka mengatakan, "Dia (Muhammad) telah membuat-buat al-Qur'an itu." Katakanlah, "(Kalau demikian), datangkanlah sepuluh surat semisal dengannya (al-Qur'an) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja diantarak kamu yang sanggup selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (Q.S: Huud: 13)

  Allah menantang orang-orang yang tidak percaya akan al-Qur'an dengan membuat yang semisalnya sepuluh surat saja tidak perlu 114 surat yang ada di dalam al-Qur'an cukup sepuluh saja dan ajaklah orang lain untuk membantu        
Di surat yang lain, surat al-Baqarah ayat dua puluh tiga Allah berfirman juga:

Hasil gambar untuk al-baqarah"Dan jika kamu meragukan al-Qur'an yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah jika kamu orang-orang yang benar. (Q.S: al-Baqarah: 23)

          Allah menguranginya dengan satu surat saja pada ayat dua puluh tiga surat al-Baqarah dan Allah memerintahkan untuk mengajak penolong-penolong mereka selain Allah, pertanyaannya adakah yang sanggup melakukan itu? dalam ayat selanjutnya Allah berfirman:

"Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan bantu yang disediakan bagi orang-orang kafir". (Q.S:al-Baqarah: 24)

          Lantas apalagi yang diragukan dari al-Qur'an itu sehingga kita tidak mengimaninya sebagai hudan (petunjuk) bagi umat manusia untuk menjalankan kehidupan ini, apa yang harus kita lakukan sebagai seorang muslim yang meyakin al-Qur'an adalah kalam Allah yang murni dari Allah diturunkan ke Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur melalui perantara malaikat Jibril, masihkah kita diam ketika ada orang yang menghinakan kitab suci kita? apalagi dilakukan oleh orang diluar kalangan kita sendiri.