Catatan Perjalanan JMQ di Bumi Legenda Darmaraja Sumedang Jawa Barat



Pagi ini Kafilah JMQ kembali akan melakukan perjalanan Safari Dakwah alQur'an di bumi Legenda Darmaraja Sumedang Jawa Barat yang merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, berlokasi  ± 25 km di timur pusat kota Sumedang. Sebagai kecamatan, Darmaraja mulai tumbuh dengan perkembangan yang cukup signifikan. Darmaraja juga termasuk wilayah yang cukup strategis, dengan terlewatinya oleh kendaraan maupun bus dari dan menuju beberapa kota. Seperti Limbangan, Garut,  Majalengka dan Tasikmalaya.  Wilayah darmaraja merupakan salah satu wilayah dengan banyak situs peninggalan Kerajaan Sumedang larang, seperti situs sejarah Cipaku Yang terdapat pemakaman Prabu gajah agung , situs cihideung. Darmaraja dilewati sungai Cimanuk  yang membentang mulai dari perbatasan Kec wado hingga Bendungan Jati Gede yang merupakan bendungan terbesar di Asia Tenggara. Saat ini telah menjadi destinasi pariwisata yang cukup menarik bagi warga Sumedang dan sekitarnya. 


Pada kesempatan JMQ ke Darmaraja kali ini,  perjalanan dibagi menjadi tiga trip,  pertama bersama Rombongan Hj. Ade Rachnawaty dan Hj.  Elviza Anwar yang berangkat pada hari jumat melalui tol Cipali, kedua bersama Dr. KH Ali Akhmadi dengan menggunakan kendaraan pribadi melalui tol Cipali, kedua bersama H.  Joko Setiono, S.Pd., menggunakan kendaraan umum melalui tol purbalenyi. Sebuah perjalanan yang sarat dengan misi dakwah alQur'an dalam rangka menjadikan alQuran Mengalir Seperti Air yang mengantarkan yayasan Alhayah Hayatuna menuju 5 % levelnya. 
Trip pertama telah sampai di Darmaraja pada hari Jumat sore,  Trip ketiga sampai di Darmaraja pada pukul 11.00 WIB sedangkan Trip kedua pada pukul 12.00 WIB. Masing masing punya cerita tersendiri dalam menempuh perjalanannya.  Penuh perjuangan, keikhlasan dan kesabaran yang luar biasa. Namun segala kelelahan terbayar lunas dengan kedatangan para tokoh masyarakat Darmaraja mulai dari muspika kecamatan Darmaraja,  Danramil Darmaraja, Kapolsek Darmaraja yang dalam ini diwakili oleh kasi bimas nya, Ketua MUI Darmaraja, Sekretaris Desa Darmaraja,  Ketua Dusun Cikondang,  Ketua RT, Sesepuh Desa Darmaraja, dan ketua sebuah organisasi masyarakat Sumedang. Pertemuan yang begitu indah dan mungkin sangat jarang terjadi. Ngariung bareng di sebuah saung sederhana dalam suasana kekeluargaan,  belum seberapa lama obrolan dimulai tiba-tiba terjadi sebuah insiden kebakaran di salah satu rumah,  tidak jauh dari tempat acara berlangsung. Dengan sangat sigap semua bergerak sehingga kebakaran bisa segera dipadamkan dengan tangan tangan yang terlatih. Setelah dirasa tidak ada lagi akibat yang akan menimbulkan musibah yang lebih besar. Para tokoh masyarakat dan Kafilah JMQ berkumpul,  namun tepat pada kumandang azan dhuhur. Sehingga diputuskan untuk menunaikan sholat dhuhur berjamaah terlebih dahulu. Usai melaksanakan shalat, seluruh tokoh masyarakat masyarakat Darmaraja dan Kafilah JMQ berkumpul kembali untuk melakukan santap siang yang telah disiapkan oleh para santri putri PTDQ ALHAYAH Cabang Sumedang.  Meski dengan menu makanan khas Sunda, mulai dari sayur asem, urap daun pepaya, ayam kecap, goreng kentang, ingkung ayam kampung, sambel pedas, dan tidak ketinggalan ikan asin dan lalapan. Begitu nikmat di tengah suasana mendung. Suasana makan ala rakyat begitu terasa,  menyatu dalam harmoni dan ukhuwah yang bersahaja. 
Seusai santap siang,  acara ramah tamah dibuka oleh H. Joko Setiono, S.Pd., selaku ketua yayasan Alhayah Hayatuna, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua tokoh masyarakat yang telah berkenan hadir dalam acara ini. Setelah itu giliran Dr. KH Ali Akhmadi, alhafizh menyampaikan beberapa point berkenaan dengan tujuan besar PTDQ ALHAYAH dalam rangka memasyarakatkan nilai alQur'an, menghadirkan sejumlah hafizh dan hafizhah sejumlah kelurahan, kecamatan dan kabupaten di seluruh Indonesia. 

Selanjutnya,  para tokoh dipersilahkan untuk menyampaikan masukan dan saran untuk Alhayah.  Sungguh diuar dugaan ternyata mereka semua mengapresiasi keberadaan alhayah di Sumedang. Diantara apresiasi nya adalah tentang keterlibatan santri alhayah dalam kegiatan MTQ, yang mana selama ini tidak pernah ada perwakilan putra daerah Darmaraja. Untuk ketua MUI yang dalam hal ini mengharapkan alhayah bisa mengajarkan Tahfizh alQur'an bi An Naghom (irama)  sehingga diharapkan akan membawa nama baik Darmaraja di kalangan masyarakat Jawa Barat khususnya. Selain itu,  ada beberapa masukan yang sangat berharga bagi alhayah Sumedang kedepan diantaranya adanya koordinasi dengan pihak pihak terkait mengenai keluar masuknya santri,  kerjasama dan silaturahmi antara masyarakat dan pihak pengelola, dibukanya akses yang seluas luas nya tentang penerimaan santri tahfizh beasiswa bagi masyarakat Sumedang dan Darmaraja pada khususnya. Obrolan begitu dinamis sehingga tanpa terasa telah satu setengah jam berlalu. Mengingat para jamaah yang telah menunggu di masjid, maka acara ramah tamahpun ditutup dengan doa oleh ketua MUI. 




Selanjutnya acara berpindah ke masjid Saad Bin Abi Waqash,  sebuah masjid yang dibangun atas bantuan sebuah lembaga CSR dari timur tengah dan bantuan dana para muhsinin dalam keluarga besar Yayasan Alhayah Hayatuna. Puluhan jamaah ibu ibu dan beberapa orang jamaah bapak bapak berjubel memenuhi ruangan masjid. Tanpa menunggu lama Dr. KH Ali Akhmadi, alhafizh langsung memulai tasmi nya pada surat Luqman sampai berakhir pada Fathir dengan sangat tertib dan lancar hal inilah yang membuat para hadirin begitu terkesan dan takjub. Setelah satu jam mentasmikan alQur'an beliau menyampaikan tentang beberapa keutamaan alQur'an bagi kehidupan berumah tangga dan kiat untuk mencetak generasi muda harapan bangsa. Tausiyah pun diakhiri ketika memasuki waktu shalat Ashar. 

Setelah menunaikan sholat ashar berjamaah, beliau melanjutkan pertemuan dengan santri PTDQ 
ALHAYAH cabang Sumedang dan beberapa orang santri yang sedang melakukan safari al-Qur’an di Sumedang, diantara poin poin yang beliau sampaikan adalah penting mempergunakan waktu dalam  menyelesaikan hafalan alQur'an, bahkan beliau menjanjikan hadiah bagi mereka yang bisa menghatamkan alQur'an paling banyak. Tentu nya hal ini menjadi motivasi tersendiri untuk lebih giat dalam membaca dan menghafal alquran. Seiring dengan selesai nya pertemuan ini,  berakhir pulalah perjalanan Kafilah JMQ di bumi para raja Darmaraja. 
Sebelum mengakhiri tulisan ini,  Kafilah JMQ berterima kasih kepada semua pihak yang telah turut serta mensukseskan acara ini, khususnya teruntuk :
1.  Hj. Ade Rachnawaty dan Hj. Elviza Anwar yang telah mengorbankan waktu, tenaga dan hartanya untuk mensukseskan acara JMQ kali ini
2. Seluruh tokoh masyarakat Darmaraja yang telah berkenan hadir dan memberikan masukan yang sangat berharga bagi alhayah. 
3. Seluruh jamaah pengajian alhayah dan warga masyarakat Darmaraja yang telah dengan setia mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir acara. 
4. Para santri yang telah membantu mempersiapkan konsumsi, menyebarluaskan undangan dan mempersiapkan tempat. 
Semoga amal baiknya menjadi asbab mengalirnya keberkahan bagi diri,  kelurga dan masyarakat.  Sampai jumpa di catatan perjalanan Kafilah JMQ di waktu dan kota yang lain. 

Darmaraja, 24/12/2016 

Tim Media JMQ

0 Comments