ASA ITU MASIH ADA

Tags

Suatu ketika kita kadang menghadapi sesuatu yang teramat pelik dan mengalami kebingungan untuk mencari jalan keluar. Kehilangan barang seseorang atau barang yang begitu kita cintai, Hutang yang tiada jua terbayar, sakit yang belum juga menemukan obat yang tepat, pasangan hidup yang belum juga bertemu dengan pilihan yang diharapkan, keturunan yang belum juga dititipkan meski setelah sekian tahun berumah tangga. Sekuat apapun kondisi seseorang ada kalanya lemah dan menurun semangat nya. Inilah faktor manusiawi yang kemudian mendominasi sehingga hilang kehebatan dirinya. Karena memang manusia diciptakan dalam keadaan yang lemah (4:28) dan gemar untuk berkeluh kesah (70:19).

Kehilangan harapan karena pelik nya sebuah permasalahan juga dihadapi oleh orang orang yang diberikan wahyu kepada mereka (12:110). Maka, jika kita terkadang merasakan lemah semangat adalah sesuatu yang wajar. Kita adalah kumpulan manusia bukan kumpulan malaikat yang memang diciptakan untuk senantiasa taat kepada pencipta nya. Meski kita juga tidak boleh berlarut dalam sebuah keterpurukan. Harus ada waktu untuk bangkit. Karena kadang kita menyaksikan seseorang terus bersemangat padahal sebenarnya dia sedang terpuruk dan lemah semangat nya akan tetapi dia pandai untuk menutupi nya. Sebaliknya, kadang kita melihat seseorang terus menerus kehilangan semangat padahal dia memiliki potensi yang luar biasa.

Selama matahari itu masih terbit di ufuk Timur dan selama nyawa ini masih belum sampai di kerongkongan berarti asa itu masih ada. Seburuk apapun kondisi kita saat ini jika kita masih mau berusaha untuk memperbaiki diri pasti ada jalan keluarnya. Hanya saja seringkali kita sudah terlanjur berputus asa, bernegatif thinking kepada sesama bahkan berburuk sangka kepada Allah.

"Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". (12:87). Ini kutipan perkataan Ya'qub kepada anak-anak nya disaat mereka dalam kondisi yang sangat lemah. Meskipun Ya'qub sendiri dalam keadaan yang juga sangat lemah mengingat anak anak kesayangan nya menghilang tidak tahu dimana rimba nya.  Tapi ada perkataan Ya'qub sebelumnya begitu menggugah rasa ketika keluarganya memberikan saran kepada, Ya'qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya". (12:86).

Untuk itu, bila asa itu memudar dan harapan itu melemah, masih ada tempat untuk kita bersandar, masih kekuatan yang serba maha tempat kita memohon pertolongan (1:5). Kita ini adalah milik nya dan kepada-Nya-lah kita akan kembali (2:106). Kita harus akui bahwa diri lemah dihadapan Nya (35:15). Tiada kekuatan yang lebih hebat dari kekuatannya (112:4).

Sebagai penutup marilah kita simak betapa indahnya untaian ayat ini, "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (2:225).

Semoga kta diberikan kesempatan untuk selalu bisa bangkit dari setiap keterpurukan, semoga selalu ada waktu untuk kita mengadu dari lemahnya iman, sebagaimana rasulullah SAW mengadukan permasalahan setelah ditolak mentah mentah oleh penduduk Thaif, "Ya Allah, kepada-Mu aku mengeluhkan kelemahan-kelemahanku, ketidak berdayaanku, dan kehinaanku di hadapan manusia. Wahai yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi! Engkau Tuhan orang-orang yang lemah dan Engkau adalah Tuhanku. Kepada siapakah Engkau hendak menyerahkan diriku? Kepada orang-orang asing yang bermuka masam terhadapku atau kepada musuh yang Engkau takdirkan akan mengalahkanku? "

"Ya Allah, kepadamu aku mengadu kelemahanku, kekurangan daya upayaku dan kehinaanku pada pandangan manusia. Ya! Arhamarrahimin! Engkaulah tuhan orang yang ditindas. Engkaulah tuhanku. Kepada siapalah engkau menyerahkan diriku ini, kepada orang asing yang akan menyerang aku atau kepada musuh yang menguasai aku? Sekiranya engkau tidak murka kepadaku maka aku tidak peduli. Namun, afiatmu sudah cukup buatku. Aku berlinding dengan nur wajahMu yang menerangi segala kegelapan dan teratur diatas nur itu urusan dunia dan akhirat, daripada engkau menurunkan kemarahanMu kepadaku atau Engkau murka kepadaku. KepadaMulah aku tetap merayu sehingga Engkau reda. Tiada sebarang daya(untuk melakukan Kebaikan) dan tiada upaya(untuk meniggalkan kejahatan) kecuali denganMu "

"Wahai Tuhanku, kepada Engkau aku adukan kelemahan tenagaku dan kekurangan daya-upayaku pada pandangan manusia. Wahai Tuhan yang Maha Rahim kepada siapa Engkau menyerahkanku? Kepada musuh yang akan menerkamkan aku ataukah kepada keluarga yang engkau berikan kepadanya uruskanku, tidak ada keberatan bagiku asal aku tetap dalam keridhaanMu. Pengetahuan Mu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya mukaMu yang mulia yang menyinari segala langit dan menerangi segala yang gelap dan atasnyalah  teratur segala urusan dunia dan akirat, dari Engkau menimpakan atas diriku kemarahanMu atau dari Engkau turun atasku azabMu kepada Engkaulah aku adukan permasalahanku sehingga Engkau ridha. Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan Engkau"

"Hal itu tidak aku risaukan, jika Engkau tidak murka kepadaku. Namun, rahmat-Mu bagiku amat luas. Aku menyerahkan diri pada cahaya-Mu yang menerangi segala kegelapan dan menentukan kebaikan urusan dunia dan akhirat. Aku berlindung dari murka-Mu. Aku senantiasa mohon reda-Mu. Kerana tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas perkenan-Mu."

Bangkit, asa itu masih ada!
Wallahu a'lam

RPTRA, 28/01/2017
Alfakir Billah