Jangan hanya berani bermimpi


Perjalanan hidup manusia terasa indah ketika dijalani dengan baik dan benar.  Makanan atau minuman baik lagi halal dan diperoleh dengan cara yang benar tapi jika dikonsumsi dengan cara yang salah, maka akan menimbulkan masalah. Berapa banyak penyakit yang timbul karena pola makan yang salah dan berapa banyak orang mati karena kurang berhati hati mengkomsumsi makanan yang bergizi. "Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi."  (QS, 4:79). Inilah kehidupan yang sesungguhnya adalah baik, namun karena kelalaian maka berubah menjadi keburukan. 

Disadari atau tidak, sebenarnya sumber masalah itu berasal dari kita sendiri. Adakalanya karena kurangnya pengetahuan tapi seringkali juga karena sifat tomak yang melekat dalam diri kita. Raga ini terlahir dalam keadaan fitrah: mata ini indah, lisan ini benar, telinga ini baik, kulit ini suci karena jiwa ini awal kejadiannya putih bersih, hati ini asal mulanya suci dan akal fikiran ini pada dasarnya kosong melompong. Namun seiring berjalannya waktu semua hal tersebut menjadi bercorak dan berwarna tergantung dimana dan bersama siapa kita hidup dan bagaimana menyikapi kehidupan ini. Ada kalanya orang baik ketika bersama orang orang yang buruk berubah menjadi kurang baik, tapi banyak juga orang yang buruk ketika terus bersama orang yang baik di lingkungan yang baik berubah menjadi lebih baik. 

Namun tidak semua orang yang baik lahir dari tempat yang baik pula.  Berapa banyak orang baik justru muncul dari sebuah lingkungan yang begitu buruk dan betapa banyak orang yang buruk muncul dari lingkungan yang baik. Tidak semua penguasa itu melahirkan penguasa, betapa banyak penguasa yang justru lahir dari kalangan masyarakat biasa. Tidak pasti pemimpin itu melahirkan pemimpin yang serupa, betapa banyak anak seorang pemimpin justru menjadi pengkhianat masyarakatnya. Tidak semua orang kecil itu melahirkan orang kecil yang serupa, berapa banyak orang hebat lahir dari keluarga sederhana. 

Maka tidak perlu bersedih hati jika kita dilahirkan dari kalangan masyarakat biasa dan tidak usah terlalu bangga ketika orang tua kita adalah seorang yang ternama. Hidup ini hanyalah masalah waktu. Bahagia itu hanya menunggu masanya,  kesedihan itu hanya menanti tiba saatnya. Bangkit dan sukses itu adalah masalah pilihan. Tidak selamanya manusia sukses dan tidak seterusnya manusia akan mengalami kegagalan"... Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim" (QS, 3:140). 

Pergiliran kehidupan itu akan selalu ada. Namun keberadaannya butuh kerja nyata tanpa harus melupakan essensi tujuan hidup yang sebenarnya. Tidak harus menghalalkan segala cara untuk memperolehnya, tidak harus mengorbankan kepentingan orang lain untuk mendapatkannya dan tidak usah khawatir tidak akan mendapatkan bagiannya. 

Hidup hanya masalah waktu, tidak perlu ragu untuk berani memulai sebuah kebaikan. Kebaikan yang dilakukan dengan cara yang buruk akan menjadi keburukan dan Keburukan yang dilakukan dengan cara yang baik akan tetap menjadi keburukan. Mimpi akan tetap menjadi mimpi. Meski mimpi adalah bunga hati. Mimpi akan menjadi indah jika berani untuk segera merajutnya. Mimpi akan menjadi nyata ketika segera terbangun untuk mewujudkannya. 

Alfakir billah, 10/01/2017

0 Comments