Mengapa selalu saja ingin berdosa

Tags


Entah mengapa aku pun belum paham dengan apa yang aku lakukan.
Setiap saat aku telah berusaha melakukan kebaikan,
namun disaat itu juga ingin melakukan keburukan.
Kebaikan ku selalu habis oleh keburukan yang senantiasa mengikuti nya. 
Jarang sekali aku mampu istiqomah untuk melakukan satu kebaikan.
Selalu saja datang syetan membisikkan kidung maksiat. 
Entah sampai kapan cerita ini akan aku jalani. 
Hidup tanpa harapan pasti.
Entah kapan dan dimana hati akan berlabuh.
Karena semakin lama hati ini dibiarkan sendiri,
niscaya sejuta keburukan akan terus bertumpuk dan bertumpuk layaknya sebuah gunung berapi yang terus mengeluarkan lava nya. 
Semakin hari semakin bertambah tinggi. 

Aku telah mulai bosan bercanda dengan bayang bayang. 
Dia hadir tapi hanya dalam mimpi.
Dia datang tapi hanya dalam angan.
Dia ada tapi tiada. 
Dia tiada tapi seringkali hadir dalam hati.
Dia itu seperti fatamorgana di tengah padang pasir. 
Didekati dia menjauh ketika diajahui dia malah mendekat.

Aku bingung,
Aku linglung,
Aku tidak kuasa membendung gejolak jiwa ini.
Meski seringkali aku menangis,
menyesali setiap kesalahan,
tapi itu belum cukup untuk menebus.
Terlalu banyak maksiyat yang telah aku lakukan,
sehingga kebaikan ku belum cukup untuk menghapus.

Aku ini manusia kurang akal, padahal dibekali akal. 
Aku ini manusia kurang berhati, tapi setiap selalu aku kotori.
Mataku senang memandang hal yang tidak selayaknya pantas untuk di pandang.
Lisanku berucap kata yang tidak semestinya terucap.
Mataku bermaksiat, 
mulutku pun senang untuk berucap sesuatu yang kurang bermanfaat,
telinga ku terlalu asyik mendengar lantunan lagu yang katanya membawa semangat,
kakiku mudah melangkah ke tempat banyak manusia berbuat maksiat,
tanganku begitu ringan menyentuh syahwat. 

Pikiran ku jorok, 
hatiku kotor dan jiwaku penuh noda.
Terus mau kemana diri ini.
Kebaikan apa yang akan aku bawa pergi. 
Betapa malunya diri jika suatu ketika hari nanti mereka menyaksikan siapa diriku yang sebenarnya. Betapa sedihnya aku jika tidak ada satupun nabi yang menganggap ku sebagai pengikut nya.
Aku makhluk terhina yang tengah menghinakan diri sendiri.
Itu semua ulah tangan ku sendiri.
Itu semua karena dangkal nya iman di dalam jiwa ini. Ini semua karena kebodohan ku sendiri. Manusia tidak tahu diri bahwa diri ini begitu berharga. 



Alfakir billah, 25/12/2016