MENJEMPUT  TAKDIR


Berbicara tentang takdir, berarti kita membicarakan tentang ketentuan Allah yang telah dituliskan sebelum kita dilahirkan di muka bumi ini. Seringkali kali kita beranggapan bahwa takdir itu adalah sesuatu yang buruk dan menyedihkan, padahal takdir itu adalah sesuatu yang indah dan menyenangkan. Karena takdir adalah sebuah ketentuan yang telah dituliskan kepada setiap ciptaan Nya agar menjadi sebuah pelajaran dalam menjalani kehidupannya. Maka apapun yang terjadi melainkan atas kehendak-Nya dan tidak ada sesuatupun yang keluar dari kehendak-Nya. "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"  (QS. 6:59).
Setiap sesuatu yang tercipta telah ada ukuran dan ketentuan nya masing-masing. “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS. 54 : 49) “Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (Qs. Al-Furqan: 2) “Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya, dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu.” (Qs. Al-Hijr: 21).  Maka tiadalah mungkin Allah akan menganiaya makhluk Nya (QS. 3:108), kecuali merekalah yang telah menganiaya diri mereka sendiri (QS. 11 : 101).
Tidak ada seorang pun yang mampu mengelak atau lari darinya. Kehadirannya tidak dapat dimajukan dan dimundurkan. (QS. 7:34). Seperti halnya kematian yang datang. Tidak tahu kapan dan dimana dia akan menjadi sebuah kenyataan yang harus diterima suka atau pun tidak suka. (QS. 4:78).
Perlu kita sadari dan ketahui, bahwa apapun yang menimpa kepada diri kita adalah kebaikan bagi kita. Bilamana kita belum sukses mendapatkan sesuatu yang kita cita-cita kan,  berarti Allah memberikan ladang pahala bagi untuk terus berusaha.  Karena didalam usaha itu ada keikhlasan, kesabaran, kepasrahan dan keridhoan. Semakin sulit seseorang mendapatkan sesuatu yang diinginkan, maka akan semakin banyak cerita kehidupan yang akan dia tuliskan, dan seringkali hal ini akan menjadi sumber inspirasi yang akan dicari oleh banyak orang.
Setiap kita memiliki cerita kehidupannya masing-masing yang unik dan menarik untuk disimak. Setiap kita menjalankan peran yang kadang kita menjalaninya dengan sukacita ketika peran tersebut sesuai dengan harapan dan cita-citakan.  Namun kadang kita menjalani nya dengan penuh keterpaksaan karena tidak sesuai dengan keinginan dan sudah tidak ada lagi pilihan.  Seseorang yang bercita cita menjadi seorang arsitek, namun setelah menjadi arsitek malah sibuk menjadi pengusaha kuliner. Ada yang bercita -  cita menjadi seorang tentara ternyata justru sukses menjadi seorang pengusaha. Inilah ketentuan Allah yang kadang tidak kita sadari banyak sekali kebaikan yang terkandung di dalamnya.
Pada dasarnya, jarang sekali seseorang ingin hidup menderita dan berkekurangan.  Hampir semua orang menginginkan hidup berkecukupan dan berkedudukan. Karena tabiat manusia adalah tidak pernah merasa cukup kecuali mereka yang memiliki keimanan yang kokoh. "Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. 35:2).
Setiap sesuatu itu ada giliran nya dan mendapatkan jatahnya masing-masing. Yang penting kita selalu berbaik sangka kepada Allah dan menerima segala ketentuan Nya dengan sukacita. Karena selalu ada hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil dari setiap kejadian dan peristiwa. Tetaplah tersenyum karena senyum adalah pahala. Tetaplah memberi meski bagaimana pun kondisik karena di dalam pemberian ada modal untuk berusaha. Tetaplah berbuat baik, karena didalam setiap kebaikan ada banyak sekali nilai yang bermanfaat. Tetaplah berbaik sangka karena segala sesuatu ada nilai positif nya.
Tidak usah terlalu bersedih hati dengan musibah atau ujian yang menimpa kita, karena sering kali justru kitalah yang menjadi penyebabnya, meski kita kerap kali tidak menyadari nya atau bahkan tidak mau mengakui nya. "Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. (QS. 4:79)
Seorang penyair berkata, " Wahai anak Adam, ibumu melahirkanmu dalam kondisi engkau menangis,  sementara orang-orang disekelilingmu tersenyum karena gembira. Maka beramal sholehlah untuk dirimu agar tatkala mereka menangis di hari kematianmu, engkau meninggal dalam keadaan tersenyum gembira".
Wallahu a'lam.
Alfakir billah, 8/2/2017⁠⁠⁠⁠

0 Comments